Friday, September 9, 2011
Mimpi sang Penulis
hal ini berlaku untuk semua jenis buku, kemaren pas kumpul sama temen-temen kita bahas masalah buku, tercetus lah buku milik dewi lestari...
jujur gue gak ngerti sama buku itu, sama aja kayak mereka bilang saya monyet, dsb dsb...
yang mana menuruut saya kayak nya buku itu terlalu vulgar.. termasuk seperti roman" picisan dan sebagainya... termasuk salah satu jenis buku yang ga mendidik, kalo isinya hanya seputar PERSELINGKUHAN...
jadi ingat satu jenis buku yang menurut saya termasuk kategori luar biasa, yaitu suatu novel yang menggambarkan pendidikan di Indonesia yang sulit di dapat, ada pesan di dalam buku itu, ada hikmah yang bisa diambil setelah membaca buku, buku yang bisa memberikan motivasi bagi pembacanya. bukan sebaliknya, buku yang bikin seseorang malah terpikirkan tentang perselingkuhan, free sex dan sebagainya.
walaupun dikarang dengan kata-kata yang halus, tapi pembaca dapat merasakan apa yang tertuang di dalam nya.
jujur saya bukan pecinta buku, tapi ketika buku itu bagus, maka saya tidak segan untuk menjadi penikmat dari sebuah buku. adapun buku-buku yang menurut saya bagus adalah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, bahkan Maryamah Karpov. saya mengikut set ke empat buku tersebut, benar" bukan buku yang membosankan.
Saya berharap, suatu saat nanti para penulis bisa lebih beragam lagi... karena sekarang ini kita hanya punya andrea hirata sebagai penyumbang inspiration novel.
banyak yang bisa dijadikan pelajaran dari kehidupan di indonesia ini, tidak melulu tentang cinta dan sex.
dan saya berharap, suatu hari nanti saya bisa menjadi orang yang saya impikan itu, berharap suatu saat nanti saya bisa menjadi next andrea hirata.
sekian & terima kasih
wassalam
mimpi sang penulis
Thursday, August 25, 2011
Jika Surga dan Neraka tak pernah ada
Apakah kita semua
Benar-benar tulus
Menyembah pada-Nya
Atau mungkin kita hanya
Takut pada neraka
Dan inginkan surga
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkan kau bersujud kepada-Nya
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau menyebut nama-Nya(**)
Bisakah kita semua
Benar-benar sujud sepenuh hati
Kar`na sungguh memang Dia
Memang pantas disembah
Memang pantas dipuja
Friday, August 19, 2011
Happy Birthday to Dewi Anggraini
Dear Banci Dewi Pipi aka Mrs. Dedi Zulfikri,
I just want to say:
HAPPY BIRTHDAY TO YOU
Semoga banci makin dewasa, makin kuyus, makin cantik, cepet dapet momongan, bisnisnya berjalan lancar kayak jalan tol.
Buat yang pingin tahu siapa siy dewi ini, hmm mari kita kuliti dia hidup-hidup, dia seorang wanita sipit, embem, kelahira 19 Agustus 1983 punya nomor simPATI yang sama persis kayak tanggal lahirnya 08121981983, maklum aja, mantan CS Telkomsel, jadi bisa dengan mudah narik nomor semaunya. Salah satu keuntungan jadi CS provider telekomunikasi tuh.
Kenal sama dewi pertama karena dia temen satu kampus, pacaran sama seorang pria berhidung besar dari jurusan yang sama bernama Dedi Zulfikri, pacaran putus nyambung putus nyambung, akhirnya kawin deh mereka berdua. Mulai dari zaman Dewi kurus ampe sekarang nggak kurus lagi, mulai dari si Dedi idung nya gede ampe sekarang makin gede lagi.
Nggak kerasa gue kenal dia udah 10 tahun, hmmm waktu yang cukup lama untuk sebuah pertemanan, sekarang umurnya dia udah 28 tahun, dari kampus dia emang jago masak, nggak heran kalo sekarang dia usaha berbagai aneka makanan, belum lagi ditambah keahlian dia dalam menjual, marketing, sales itu kayaknya emang jiwa dia banget.
So, harapan gue sebagai temen, karena gue liat potensi itu gede banget di dia, gue harap dia bisa giat terus berusaha untuk jadi PENGUSAHA. Gue tahu otaknya cerdas, dia jeli melihat pasar, dan trend pasar, gue yakin suatu saat dia bakal jadi pengusaha sukses. Asal dia TEKUN. Kemampuan komunikasi dia, relasi yang luas, pasti bisa menjadi salah satu faktor pendukung untuk mencapai kesuksesan dia.
Untuk kenal lebih dekat dengan nya, bisa dibuka melalui blog pribadinya:
http://dewiangsite.blogspot.com/
Cheers.
Tuesday, August 16, 2011
Terdeletenya Blog di Friendster
Segala ide tentang Jakarta, Sampah, Polusi, Pendidikan, Keluarga, hilang gitu aja...
Gue jadi kembali melihat ke arah buku harian, yah emang lebih enak pake buku harian, segala ide tertuang disana, dan tulisan tangan pun jadi saksinya, karena percaya atau nggak percaya, ketika emosi berubah biasanya tulisan pun berubah.
Thursday, August 11, 2011
Kecelakaan di depan Summitmas
Kopaja S 16 pun berlalu perlahan meninggalkan kerumunan keramaian itu, masih dengan tanda tanya besar 'ADA APA ?????'. Sepanjang jalan sudirman mengarah ke blok M pun macet, tak bergerak sama sekali, sepertinya itu bukan perkelahian biasa, sampai semua orang ingin ikut turut campur. Beberapa mobil kulihat kosong, sepertinya pengemudinya meninggalkan mobilnya di jalan untuk mengejar si Patas tadi.
Aku pun melewati gedung Summitmas, masih dengan kemacetan yang sama, disini tampak lebih banyak lagi orang berkerumun, lebih banyak dari orang yang berkerumun di perkelahian tadi. Tapi aku sendiri tidak bisa melihat dengan jelas ada apa. Dugaan kami sesama penumpang bus, disitu pasti korban kecelakaannya, sepertinya korban luka parah, karena walaupun tak bisa melihat korban, aku bisa melihat wajah orang-orang yang berkerumun disana, ada yang menutup mata, ada yang mengiris ngeri melihatnya, sepertinya kecelakaannya memang tampak parah.
Sampai lah aku di halte Polda, saat dimana aku harus turun dari Kopaja, aku melewati jembatan penyebarangan, dari atas jembatan aku mendengar sirine polisi, dugaan ku, itu adalah polisi tambahan yang digunakan untuk melerai pertikaian itu. Tapi aku salah, ternyata polisi itu justru datang dari arah tempat pertikaian tadi, searah dengan jalan yang aku lalui tadi. Sampai di bawah jembatan, aku mau menyeberang ke arah BEJ, kami distop karena motor polisi itu mau lewat, ya motor polisi yang tadi, ada dua motor, motor pertama melintas, tak ada yang istimewa, biasa saja, polisi kedua melintas dengan seorang pria dibelakannya (dibonceng), pria itu mengenakan kaos berwarna creme, dengan tato di tangan kirinya, kepalanya ditutupi kaos creme nya, sehingga di motor itu ia bertelanjang dada, dengan kepala tertutup kaos. Dugaan ku, dialah supir patas yang sedang di amankan oleh polisi, guna menghindari amarah warga.
Sampai di kantor, rasa penasaran ku menjadi, aku mengirim pesan bbm ke beberapa rekan ku yang bekerja di Summitmas, dan ternyata benar saja, sudah terjadi kecelakaan yang dialami oleh seorang wanita pengendara sepeda motor, kepalanya pecah, darah berceceran kemana-mana, bau amis menyerbak di depan summitmas, wanita tersebut meninggal di tempat. Supir patas nya kabur. Ya itulah info yang aku peroleh dari teman ku.
jujur aku sedikit beruntung, karena aku memperoleh full rangkaian cerita kejadian hari itu. Teman ku saja bahkan tidak tahu, kalau ternyata supir patas itu terjebak di ratu plaza. tidak bisa kabur, dan akhirnya tertangkap dan diamankan petugas, mungkin dari sebagian yang menonton itu pun, belum sempat liat pelakunya. Tapi sepertinya Allah SWT memberikan aku kesempatan untuk melihat cerita hari ini full.
Singkatnya, seorang wanita tertabrak patas AC 44 Ciledug - Senen, di depan gedung Summitmas, korban meninggal dunia, pelaku penabrakan melarikan diri, tapi tidak semapt melarikan diri terlalu jauh, di depan Ratu Plaza patas terjebak di kemacetan, dan warga sudah menghadang. bahkan ada mobil yang berinisatif untuk mengejar, makanya ada mobil parkir melintang di Sudirman itu. Akhirnya setelah terjadi pertikaian dengan warga polisi datang melerai pertikaian tersebut dan mengamankan pelaku ke Polda Gatsu. Karena kalau dibiarkan pastinya si pelaku mati di pukuli massa.
Pelajaran untuk semua supir bis, lihat hasil kalian, setoran nggak seberapa, nyawa orang melayang. Bayangkan perasaan keluarga korban, saat korban pergi untuk bekerja mencari nafkah, pulang dengan tubuh tak berbentuk lagi. Sama sekali nggak menyalahkan massa yang mengamuk, karena memang beberapa supir bis itu patut di beri pelajaran. Kalaupun supir patas tadi di hukum mati, rasanya cukup setimpal buat saya. Daripada semakin banyak korban. Dengan begitu membuat para sopir yang lain pun jera.
Kopaja AC
Awalnya karena nggak sengaja, jam 08.30 saya masih di seberang jembatan tanah kusir 2, bis patas AC 16 pun lewat berlalu depan mata saya, huuhh sombong sekali dia, padahal hampir tiap hari kita selalu bersama... Terpaksa saya nunggu bis berikutnya, pas dalam masa-masa penantian, pukul 08.35 datang lah bis kecil berwarna hijau keabuan, bertuliskan S16 Ragunan - Grogol, semakin dekat tulisan nya pun semakin terlihat jelas tentang rute-rute yang harus dilalui: Ragunan belakang - Cilandak - Pondok Indah - Gandaria - Mayestik - CSW - Semanggi - Slipi - PP. Bisnya tidak terlalu penuh, hampir mirip busway, tapi lebih kecil. Lalu bis itu pun berlalu,sebelum saya sempat menyetop bis tersebut. Karena saya pun masih ragu, apa bis itu lewat sudirman atau nggak, karena nggak ada tulisan Sudirman atau Ratu Plaza terpampang disana.
Akhirnya saya pun menunggu kembali, tak lama pukul 08.45 muncul bis yang sama bertuliskan S-13, tak pikir panjang jiwa petualang ku pun keluar, kalau nggak di coba sekarang, mana bisa tahu sebenarnya bis ini lewat mana. Lambai mau pun dikeluarkan, bis pun berhenti, saya pun naik, di pintu ada semacam pintu dorong, seperti kalau kita mau masuk halte busway, atau masuk bandara, atau gedung-gedung, cuma ini adanya di bis. Hari ini cukup banyak bangku kosong tersedia, hmm bis nya harummmm, AC nya cukup dingin, bis nya bersih...
Aku pun mulai menikmati perjalanan ku, walaupun masih belum tahu apakah bis ini melalui sudirman atau tidak, sengaja aku tak bertanya kepada kernet ataupun supirnya, supaya diriku menemukan sendiri jawabannya. Sampai di Gandaria, bis berbelok ke kiri, hmmm masih sama dengan bis yang biasa kunaiki rupanya, tapi ketika sampai di pakubuwono, bis berbelok ke kanan, mulai ada rasa cemas, tapi tak apa, kupikir aku masih mengenal daerahnya, kubiarkan diriku terlarut dalam Kopaja baru ini, melewati pasar mayestik, Rumah sakit pertamina pusat, kantor ASEAN, sampailah aku di rute yang biasa ku lalui. RATU PLAZA. Yah, senang bukan kepalang, ternyata bis ini bisa menjadi alternatif lain, selain menunggu bis AC 16 yang datang nya paling cepat 1/2 jam sekali itu. Dengan harga yang jauh lebih murah, hanya Rp.2500,-
Aku pun hanya berharap, semoga bis ini tidak jadi naik, karena berdasarkan berita yang ada, harganya akan naik menjadi Rp.7.000,-.
Hmm Jakarta ku, masih ada harapan ternyata untuk kita berubah menjadi lebih baik.
terima kasih Jakartaku, sehingga aku nggak perlu naik bis kopaja rongsok yang setiap 5 menit sekali datang pengamen berbeda, harga ongkos yang harusnya Rp.2000 bisa jadi Rp. 5000 kalo bonus pengamen.
semoga Kopaja AC ini bisa berjalan sesuai keinginan pendirinya. Karena di awal ini, masih sangat terasa manfaatnya, entah setelah 6 bulan ke depan.
contoh saja Busway, awalnya nyaman dengan busway, kita beli tiket dengan peralatan card system yang canggih, tapi sekarang, pake kertas biasa. Tadinya tempat nunggu nya pake AC, sekarang AC nya dimatikan dan kembali ke AC alam. Nggak tahu terletak dimana kesalahannya, apakah penggunanya, ataukah pengurusnya.
Yang jelas, dengan hadirnya kopaja AC sedikit memberikan angin segar kepada pengguna jasa transportasi umum seperti saya.
Wednesday, August 10, 2011
Kecewa dengan Pelayanan SOLARIA - PACIFIC PLACE
Gue makan di Solaria, pas gue dateng, tempatnya masih sepi, baru ada satu pelanggan yang udah menikmati makanannya, pas gue masuk dari pintu depan dengan suara sepatu hak tinggi gue, harusnya mereka bisa ngeh kalo ada yang dateng, sampai gue duduk, tidak ada satupun yang menghampiri untuk nawarin menu. Sampe akhirnya gue yang nyamperin ke pantry untuk minta menu. Di pantry lagi banyak banget orang, tapi gue nggak tahu, apa itu yang harusnya bertugas melayani atau bukan, tapi yang pasti orang di pantry itu jumlahnya banyak. Salah satu dari mereka MENYURUH gue untuk menghampiri meja kasir. Gue menoleh ke kasir, ternyata tidak tampak seorang pun disana. Sampai akhirnya gue menghampiri meja kasir, ternyata benar saja ada orang disana, sedang duduk dan sibuk memainkan Handphone nya. ketika dia melihat gue, dia berdiri tanpa senyum, dan 'MENYURUH' gue untuk duduk aja, nanti dia yang nyamperin. tapi cara dia nyuruh duduk nya itu sama sekali nggak enak, tanpa senyum, menunjuk meja dengan menggerakan kepalanya ke arah meja.
Nggak lama, dia dateng bawa menu, dan dia tanya gue mau pesen apa, dengan gaya ogah-ogahan dan tetep 'TANPA SENYUM'. Selera makan gue tiba-tiba hilang, sekilas gue ngelirik ke dada kanan itu pelayan perempuan berkacamata, bertuliskan nama 'NOVIANA DIAN PERMANA'. Selesai mencatat pesanan gue, dan gue pun selesai mencatat nama dia, dia memberikan pesanan ke pantry, dan dia kembali duduk ke meja kasir, melanjutkan permainan Handphone nya. Tak lama datang satu pembeli lagi, datang tapi senasib sama gue, dicuekin. Untung dia pesanannya di take away, begitu mesen langsung dia tinggal pergi.
Setalah makanan gue jadi, dan ditaroh di pinggir meja saji pantry, seharusnya si Noviana dian itu datang mengambil makanan gue untuk memberikannya ke gue, tapi ternyata nggak dong, dia asik ngobrol sama temennya. Sumpah, gue udah kesel banget waktu itu, sampe akhirnya gue ketok meja, dia baru jalan ambil makanan buat dikasih ke gue. Dan tetep, tanpa senyum
Gue berharap si NOVIANA DIAN PERMANA ini membaca tulisan gue.
dan berlaku juga untuk para pramusaji lainnya.
Entah saat itu lo lagi puasa atau apa, tapi nggak seharusnya begitu, pekerjaan lo adalah memberikan service kepada pembeli, bukan maen HP di depan pembeli. Toh gue beli, bukannya minta-minta makanan. Datang ke solaria, bukan diperlakukan kayak pembeli, tapi maklah diperlakukan kayak pengemis yang minta makanan.
Harusnya ada kesadaran ketika memutuskan untuk menjalankan suatu pekerjaan. Senyum saja sepertinya mahal banget. Entah apa yang ada di dalam otak perempuan bernama NOVIANA DIAN PERMANA itu saat itu.
Gue tahu, solaria itu pelayanannya emang lama, karena gue biasanya ke Solaria pas penuh, dan gue maklum, mungkin karena penuh, tapi hari ini, gue menyimpulkan lain, ternyata emang karena pekerjanya MALAS, TIDAK MAU BEKERJA, TIDAK RESPECT TERHADAP PELANGGAN.
Kalo ke Solaria mending take away deh.