Finally, I can watch that Movie. IRON LADY.
Dari referensi beberapa teman, katanya sih film ini bagus, makanya penasaran banget pengen nonton. Akhirnya kesampean juga nonton semalam di PIM 2 sama pacar. Yang berujung si pacar tidur, dan gue tetep asik nonton. Filmnya emang agak membosankan, karena alur ceritanya maju mundur, di tambah lagi film ini emang nggak ada geregetnya sama sekali. Nggak kayak film action atau film horor.
Tapi buat penikmat film kayak gue, film ini sih bagus, apalagi gue pun perempuan. Karena film ini mengisahkan tentang perjuangan perempuan dalam penyetaraan gender.Tentang perdana menteri perempuan pertama di Inggris yang namanya Margareth Thatcher. Waktu kecil dia kerja sebagai pelayan toko di toko ayahnya. Sampai suatu waktu dia keterima di Universitas ternama di Britania Raya.
Gue pun nggak tahu kenapa, apa emang gue yang lagi terlalu emosional, atau emang film ini memang menyedihkan, ada beberapa titik yang bikin gue sampe menitikan air mata pas nonton film ini. Padahal di film ini adegan nangis nya aja cuma satu kali. sedangkan gue nangis di film ini berkali-kali. Ya mungkin gue yang agak lebay dalam memahami film ini.
Bahkan pada saat gue nonton pun, gue sama sekali nggak tahu kalo ini kisah nyata, pas gue cari di google baru gue tahu kalo ini kisah nyata. Bahwa perempuan ini memang ada, Margareth Thatcher ini memang nyata.
Inilah dia wanita besi dari Inggris itu:
You are Inspiring woman mam. We have same thought, but I don't have your encourages. I am the woman who still have a dream, but I also don't know how to realize that. You know you can change your country. But for me, I am the one who would like to change my country, I wish I could. But I don't know how to make it true. I also know my country need someone to help, someone to lead this country to be better better and getting better.
Hah, terlalu jauh mungkin mimpi itu. Kita mulai dari yang kecil aja, penyetaraan gender di negeri ini.
Tetapi, sungguh aneh, ketika kita membicarakan peyetaraan gender, bukan wanita yang bergerak untuk menyetarakan dirinya, malah para pria yang menyetarakan diri dengan perempuan.
Ketika di film itu, suami Margareth Thatcher adalah seseorang yang mendukung istrinya untuk maju, tapi di negeri ini wanita maju sendiri dan pria nya malah bergelayutan di kekuasaan kaki istrinya.
Ada beberapa point yang gue ambil dari film itu:
1. Di negara mana pun pengkhianat itu pasti ada (dalam pemerintahan)
2. Di negara mana pun politik itu kejam
3. Di negara manapun perempuan pakai high heels itu sakit
4. Ada seribu alasan bagi wanita untuk tidak mencuci piring, dan ada seribu alasan juga bagi wanita untuk mencuci piring.
5. Kesetaraan Gender itu mungkin nikmat sekilas, tapi tidak selalu indah pada akhirnya. Kadang kodrat lah pemenangnya.
Jujur sebagai wanita kadang ingin rasanya untuk maju, dan berjuang bersama. Tapi memang ada yang lebih penting dari memikirkan nasib banyak orang, yaitu nasib keluarga sendiri. Disaat kita maju untuk negara, ketika negara itu maju, maka orang akan mengelu-elukan pemimpinnya, tapi pada saat negara itu menuju gerbang kehancuran maka mereka lupa atas siapa negara ini pernah membaik.
Itu lah yang gue juga rasakan kepada jasa pak Soeharto. Ya betul, presiden ke dua negeri ini, presiden terlama. Yang memang tak hanya jasa yang dia torehkan di bumi pertiwi ini, tapi juga sedikit kesalahan. Sayang sedikit kesalahan itulah yang sekarang justru malah lebih dikenang oleh banyak orang ketimbang kebaikannya.
Ya dinegara manapun hukum seperti itu berlaku, sedikit kesalahan, akan menutupi dengan sempurna kebaikan yang telah dilakukan sebelumnya.
Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts
Saturday, February 4, 2012
Thursday, January 5, 2012
Moga Bunda di sayang Allah - Tere Liye
Thank God, finally I have this book. Book from Tere Liye, salah satu buku Tere Liye yang saya belum punya, setelah dicari dari berbagai toko diGramedia, dan tidak berhasil menemukannya, akhirnya saya beli via gramedia online. Dan tarraaaaa buku sudah di tangan siap dia baca...
Cuma saya belum mau maca bukunya, karena saya masih progress baca buku tere liye, yang judulnya Eliana, tanggung, tapi saya sempatkan membuka halaman depannya. Dan inilah tampilannya:
"Kebahagiaan adalah kesetiaan, my dear!
Setia atas indahnya merasa cukup,
setia atas kecintaan berbagi,
dan setia atas ketulusan berbuat baik.
BUKAN ATAS GELIMANG HARTA, PESONA NAMA BESAR, APALAGI TONGKAT KEKUASAAN.
Yakinlah, my sweetheart. (meski semua orang tidak ada lagi yang meyakininya)".
Whoaaa baca depannya aja udah nggak sabaran pengen baca semuanya. Tapi baca buku itu membutuhkan komitmen, habiskan dulu, baru baca yang laen lagi. Itu prinsip saya dari dulu dalam membaca buku.
Can't hardly wait to drown in to you book.
Tuesday, August 16, 2011
Terdeletenya Blog di Friendster
Tadi iseng coba buka lagi, blog gue yang ada di Friendster, melalui friendster adalah pertama kalinya gue nulis blog, dari tahun 2002 kalau nggak salah, semua cerita tertulis disana, dan tiba-tiba tadi pas cek lagi, ternyata friendster sekarang tinggal jadi tempat bagi para gamers. Entah dihibahkan kemana blog gue itu. Sedih banget. Banyak kenangan, yang gue harap suatu saat gue bisa mengenang segala pembelajaran perjalanan hidup gue disana. Proses pendewasaan diri. Ilang cuma gara-gara game aja...
Segala ide tentang Jakarta, Sampah, Polusi, Pendidikan, Keluarga, hilang gitu aja...
Gue jadi kembali melihat ke arah buku harian, yah emang lebih enak pake buku harian, segala ide tertuang disana, dan tulisan tangan pun jadi saksinya, karena percaya atau nggak percaya, ketika emosi berubah biasanya tulisan pun berubah.
Segala ide tentang Jakarta, Sampah, Polusi, Pendidikan, Keluarga, hilang gitu aja...
Gue jadi kembali melihat ke arah buku harian, yah emang lebih enak pake buku harian, segala ide tertuang disana, dan tulisan tangan pun jadi saksinya, karena percaya atau nggak percaya, ketika emosi berubah biasanya tulisan pun berubah.
Wednesday, August 10, 2011
Kecewa dengan Pelayanan SOLARIA - PACIFIC PLACE
Hari ini, Rabu, 10 Agustus 2011.
Gue makan di Solaria, pas gue dateng, tempatnya masih sepi, baru ada satu pelanggan yang udah menikmati makanannya, pas gue masuk dari pintu depan dengan suara sepatu hak tinggi gue, harusnya mereka bisa ngeh kalo ada yang dateng, sampai gue duduk, tidak ada satupun yang menghampiri untuk nawarin menu. Sampe akhirnya gue yang nyamperin ke pantry untuk minta menu. Di pantry lagi banyak banget orang, tapi gue nggak tahu, apa itu yang harusnya bertugas melayani atau bukan, tapi yang pasti orang di pantry itu jumlahnya banyak. Salah satu dari mereka MENYURUH gue untuk menghampiri meja kasir. Gue menoleh ke kasir, ternyata tidak tampak seorang pun disana. Sampai akhirnya gue menghampiri meja kasir, ternyata benar saja ada orang disana, sedang duduk dan sibuk memainkan Handphone nya. ketika dia melihat gue, dia berdiri tanpa senyum, dan 'MENYURUH' gue untuk duduk aja, nanti dia yang nyamperin. tapi cara dia nyuruh duduk nya itu sama sekali nggak enak, tanpa senyum, menunjuk meja dengan menggerakan kepalanya ke arah meja.
Nggak lama, dia dateng bawa menu, dan dia tanya gue mau pesen apa, dengan gaya ogah-ogahan dan tetep 'TANPA SENYUM'. Selera makan gue tiba-tiba hilang, sekilas gue ngelirik ke dada kanan itu pelayan perempuan berkacamata, bertuliskan nama 'NOVIANA DIAN PERMANA'. Selesai mencatat pesanan gue, dan gue pun selesai mencatat nama dia, dia memberikan pesanan ke pantry, dan dia kembali duduk ke meja kasir, melanjutkan permainan Handphone nya. Tak lama datang satu pembeli lagi, datang tapi senasib sama gue, dicuekin. Untung dia pesanannya di take away, begitu mesen langsung dia tinggal pergi.
Setalah makanan gue jadi, dan ditaroh di pinggir meja saji pantry, seharusnya si Noviana dian itu datang mengambil makanan gue untuk memberikannya ke gue, tapi ternyata nggak dong, dia asik ngobrol sama temennya. Sumpah, gue udah kesel banget waktu itu, sampe akhirnya gue ketok meja, dia baru jalan ambil makanan buat dikasih ke gue. Dan tetep, tanpa senyum
Gue berharap si NOVIANA DIAN PERMANA ini membaca tulisan gue.
dan berlaku juga untuk para pramusaji lainnya.
Entah saat itu lo lagi puasa atau apa, tapi nggak seharusnya begitu, pekerjaan lo adalah memberikan service kepada pembeli, bukan maen HP di depan pembeli. Toh gue beli, bukannya minta-minta makanan. Datang ke solaria, bukan diperlakukan kayak pembeli, tapi maklah diperlakukan kayak pengemis yang minta makanan.
Harusnya ada kesadaran ketika memutuskan untuk menjalankan suatu pekerjaan. Senyum saja sepertinya mahal banget. Entah apa yang ada di dalam otak perempuan bernama NOVIANA DIAN PERMANA itu saat itu.
Gue tahu, solaria itu pelayanannya emang lama, karena gue biasanya ke Solaria pas penuh, dan gue maklum, mungkin karena penuh, tapi hari ini, gue menyimpulkan lain, ternyata emang karena pekerjanya MALAS, TIDAK MAU BEKERJA, TIDAK RESPECT TERHADAP PELANGGAN.
Kalo ke Solaria mending take away deh.
Gue makan di Solaria, pas gue dateng, tempatnya masih sepi, baru ada satu pelanggan yang udah menikmati makanannya, pas gue masuk dari pintu depan dengan suara sepatu hak tinggi gue, harusnya mereka bisa ngeh kalo ada yang dateng, sampai gue duduk, tidak ada satupun yang menghampiri untuk nawarin menu. Sampe akhirnya gue yang nyamperin ke pantry untuk minta menu. Di pantry lagi banyak banget orang, tapi gue nggak tahu, apa itu yang harusnya bertugas melayani atau bukan, tapi yang pasti orang di pantry itu jumlahnya banyak. Salah satu dari mereka MENYURUH gue untuk menghampiri meja kasir. Gue menoleh ke kasir, ternyata tidak tampak seorang pun disana. Sampai akhirnya gue menghampiri meja kasir, ternyata benar saja ada orang disana, sedang duduk dan sibuk memainkan Handphone nya. ketika dia melihat gue, dia berdiri tanpa senyum, dan 'MENYURUH' gue untuk duduk aja, nanti dia yang nyamperin. tapi cara dia nyuruh duduk nya itu sama sekali nggak enak, tanpa senyum, menunjuk meja dengan menggerakan kepalanya ke arah meja.
Nggak lama, dia dateng bawa menu, dan dia tanya gue mau pesen apa, dengan gaya ogah-ogahan dan tetep 'TANPA SENYUM'. Selera makan gue tiba-tiba hilang, sekilas gue ngelirik ke dada kanan itu pelayan perempuan berkacamata, bertuliskan nama 'NOVIANA DIAN PERMANA'. Selesai mencatat pesanan gue, dan gue pun selesai mencatat nama dia, dia memberikan pesanan ke pantry, dan dia kembali duduk ke meja kasir, melanjutkan permainan Handphone nya. Tak lama datang satu pembeli lagi, datang tapi senasib sama gue, dicuekin. Untung dia pesanannya di take away, begitu mesen langsung dia tinggal pergi.
Setalah makanan gue jadi, dan ditaroh di pinggir meja saji pantry, seharusnya si Noviana dian itu datang mengambil makanan gue untuk memberikannya ke gue, tapi ternyata nggak dong, dia asik ngobrol sama temennya. Sumpah, gue udah kesel banget waktu itu, sampe akhirnya gue ketok meja, dia baru jalan ambil makanan buat dikasih ke gue. Dan tetep, tanpa senyum
Gue berharap si NOVIANA DIAN PERMANA ini membaca tulisan gue.
dan berlaku juga untuk para pramusaji lainnya.
Entah saat itu lo lagi puasa atau apa, tapi nggak seharusnya begitu, pekerjaan lo adalah memberikan service kepada pembeli, bukan maen HP di depan pembeli. Toh gue beli, bukannya minta-minta makanan. Datang ke solaria, bukan diperlakukan kayak pembeli, tapi maklah diperlakukan kayak pengemis yang minta makanan.
Harusnya ada kesadaran ketika memutuskan untuk menjalankan suatu pekerjaan. Senyum saja sepertinya mahal banget. Entah apa yang ada di dalam otak perempuan bernama NOVIANA DIAN PERMANA itu saat itu.
Gue tahu, solaria itu pelayanannya emang lama, karena gue biasanya ke Solaria pas penuh, dan gue maklum, mungkin karena penuh, tapi hari ini, gue menyimpulkan lain, ternyata emang karena pekerjanya MALAS, TIDAK MAU BEKERJA, TIDAK RESPECT TERHADAP PELANGGAN.
Kalo ke Solaria mending take away deh.
Friday, August 5, 2011
Perjalanan ke YPAC
Hari itu hari Jumat 29 Juli 2011.
Hari dimana untuk pertama kalinya saya datang berkunjung ke YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) yang berlokasi di:
Jl. Hang Lekiu III No. 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Hari itu kantor mengadakan acara charity, beruntung saya termasuk sebagai salah satu undangan disana, ketika saya datang, teman-teman kantor saya yang lain belum datang, jadi saya punya kesempatan untuk mengenal anak-anak itu lebih dalam.
Memasuki pintu gerbang, saya melihat anak-anak itu dengan segala keterbatasannya melakukan lomba balap cepat dengan penuh suka cita, beberapa dari peserta lomba ada yang masih perlu di bimbing oleh pengajarnya, sementara anak-anak yang lain menyemangati mereka dengan riang. Tatapan saya berhenti kepada seorang pria, yang menatap tajam ke arah saya, dan melemparkan senyuman, ramahh sekali. yang menarik perhatian saya adalah tangan pria tersebut dibalut perban, dan sesekali dia mengigit tangannya sendiri, saya menyimpulkan balutan perban nya itu karena memang dia sering mengigiti tangannya sendiri. Satu hal lagi yang pria ini diikat di atas kursi. Iba memang melihatnya, dia hanya bisa melihat teman-temannya bermain, mungkin dalam hatinya pun ingin ikut main, tapi pasti ada alasan kenapa dia tidak diikut sertakan, saya asumsikan karena kelainan yang dimilikinya, karena saya juga sempat melihat pria tersebut marah sambil melompat-lompat dan mengigiti tangannya. Salah seorang pengurus yayasan memberi tahu untuk jangan terlaku dekat dengan pria tersebut, karena pria tersebut kalau sudah mengigit tangan orang nggak mau dilepas. Dia juga sudah kehilangan rasa sakit di tangannya, jadi kalau pun dia mengigiti tangannya itu seperti tidak sakit.
Selain pria ini, ada lagi seorang gadis cantik berambut panjang, keturunan perancis, cantik sekali, tapi dia tidak bisa berbicara, dia terduduk di atas kursi roda, saya sempat berbincang dengan nya, namanya melanie, usianya 23 tahun, kalo di rumah ia suka maen facebook dan nonton bola, dia tidur malam paling cepat jam 11, dan jam 4 pagi sudah harus bangun, gelang ban yang dia pakai hari itu adalah pemberian ibunya, dia punya seorang adik, dia setiap mandi selalu dimandikan oleh pengasuhnya. Dia tidak mau dibilang orang perancis, dia hanya ingin dianggap dia orang Indonesia. Saya bisa melihat anak manis ini adalah anak yang baik, hatinya bersih, pintar, berapa kali saya melemparkan pertanyaan kepadanya, ia dengan mudah menjawabnya. Bahasa yang saya gunakan dengan melanie adalah bahasa gerak bibir dan bahasa tubuh, selebihnya dibantu oleh pengasuhnya yang memang sudah 4 tahun kerja bersamanya, dan pastinya sudah paham apa yang dikatakan melanie. Sesekali terlihat melanie bersenda gurau dengan pengasuhnya. Terlihat jelas kedekatan antara melanie dengan pengasuhnya. Hari itu saya berjanji untuk add melanie di Facebook, cuma Blackberry saya mati, jadi saya hanya bisa menghafal namanya. Sesampai dikantor, saya cari nama melanie ada begitu banyak nama melanie, sehingga saya kesulitan menemukannya, ada perasaan bersalah karena tidak menepati janji saya kepadanya, mungkin hari itu dia sedang menunggu invitation dari saya.
Selain melanie, ada juga anak SD yang bernama Raja, dia masih bisa berjalan walau pun tetap menggunakan alat bantu, bicaranya masih jelas walaupun sesekali air lliur keluar dari sudut bibirnya, alilsnya tebal, rambutnya tebal, dia sangat periang, dan memiliki kemampuan yang cukup bisa dia banggakan, dia bercita-cita untuk jadi pemain bola, dia bilang kepada saya, dia tidak suka bermain bola di YPAC karena bolanya bola plastik dan gambar nya kartun, sedangkan dia ingin bermain bola di lapangan hijau dengan baju seragam dan bola sungguhan. Dia bilang kepada saya suatu saat dia akan sembuh dari penyakitnya dan menjadi pemain bola.
Selain itu juga saya sempat berbincang dengan seorang wanita, berusia 34 tahun, mengenakan jilbab, saat itu kita sedang makan siang bersama, dia makan sendiri, saya duduk disampingnya, dan dia pun mulai mengajak saya ngobrol, kami pun ngobrol panjang lebar. Dia bercerita kalau sepulang dari sekolah dia masi harus mengasuh keponakannya, tidak jarang keluarga terdekatnya menghina dan memarahinya. Yang dia punya hanya kesabaran. Dia sempat bertanya kepada saya apakah besok saya puasa?? Saya bilang iya, saya bertanya balik kepadanya, apakah dia puasa juga, dan ternyata dia pun berpuasa juga, dia bilang kalau puasa itu dia haus, tapi dia harus puasa, karena itu ibadah untuk Allah. Hari itu saya berasa tertampar dengan pernyataannya, karena jujur saja sebagai orang yang lemah iman, kadang kalau sedang berpuasa, lalu di siang hari saya merasa tidak kuat, maka saya akan berbuka. Dengan segala kesempurnaan fisik ini, saya mampu berbuat demikian, sedangkan orang yang ada dihadapan saya saat itu, dengan kekurangannya, dengan haus yang dia rasakan, dengan keterbatasannya, dia tetap bertahan untuk puasa. Dia bilang Allah sayang sama dia, dia beruntung karena dia tidak dibuang oleh keluarganya, dia punya teman-teman yang luar biasa, itu lah wujud syukur dia kepada Tuhannya. Sedangkan saya, kemana saja saya selama ini. Kurang sayang apa Allah sama saya.
Perjalanan saya hari itu ke YPAC bagi saya seperti sebuah perjalanan spirituil tersendiri, melihat mereka, membawa pelajaran tersendiri bagi saya. Betapa beruntungnya saya selama ini.
Satu hal yang saya merasa sudah hilang di diri manusia normal. "KEPERDULIAN".
Hari itu saya melihat dengan mata saya sendiri, bagaimana mereka yang masih mampu jalan, walaupun dengan terpincang-pincang, membantu teman mereka yang di kursi roda. Sesekali saya melihat anak yang mengelap air liur temannya dengan sapu tangan. Pada saat pembagian hadiah, mereka membantu teman-teman mereka untuk mengambil hadiah, ada seorang pemenang, yang hari itu dapat hadiah banyak, tapi ia bagikan kepada teman-temannya.
Ya Allah, saya hanya bisa berdoa dalam hati, apapun agama mereka, tolong berikan mereka tempat terindah disisiMu nanti. Cukuplah cobaan yang mereka alami di dunia ini. Angkat derajat mereka nanti.
Terlihat jelas, mereka menyatu dalam keberadaan mereka, tidak ada perbedaan agama, ras, dan harta.
Sempat saya melihat, seorang pria, yang ketika salah seorang pengurus yayasan datang dia menyapa ibu tersebut dengan riang, dan tangannya mengangkat keatas, tanda meminta uang, saya agak terkejut hari itu, karena ternyata mereka juga mengerti uang, kemudian pengurus yayasan itu menjelaskan kepada saya bahwa beberapa diantara mereka juga bekerja, walaupun pekerjaan itu tidak berat, tapi paling tidak mereka diajarkan untuk hidup mandiri. Kebetulan hari itu tanggal 29, jadi seharusnya dia sudah gajian, ternyata pria tersebut minta gaji. Saya tersenyum melihatnya. Rasa bangga melihat mereka, dengan segala kekurangannya bekerja untuk mendapatkan uang. Sangat miris jika membandingkan dijalan-jalan orang hanya duduk mengemis berharap uang datang dengan sendirinya tanpa melakukan apa-apa. Belum lagi ditambah para anak muda yang suka datang meminta paksa uang, mengancam para penumpang. Dua perbedaan yang sangat mencolok, yang masih duduk diatas kursi roda masih bisa menghasilkan uang dengan cara yang halal. Kenapa yang sempurna harus meminta-minta.
Sempat juga saya melihat seorang wanita dengan topi nya, kaos oblong, dan celana gantung nya, sebelumnya saya sering bertemu dengan nya di halte seberang ratu plaza, setiap jam 7 kurang dia pasti ada disana, dulu saya melihatnya dengan pandangan aneh, karena saya tidak tahu apa yang dia derita, dia berjalan normal, cuma agak pincang, badannya kurus, saya dulu sempat pikir dia aneh, sekarang saya bertemu langsung dengannya.
Mereka faham benar arti kata 'respect', mereka akrab sekali dengan kata 'love' dan bagi saya mereka semua SEMPURNA. Secara fisik, mungkin beberapa organ mereka tidak berjalan sesuai fungsinya, tapi diluar fisik, hati mereka bekerja sebagaimana yang seharusnya. Sebagai manusia mereka benar-benar 'SEMPURNA'.
Saya ingin melakukan sesuatu untuk mereka, tapi saya tidak tahu harus melakukan apa. Mungkin ini hanya sebagian kecil yang bisa saya lakukan untuk mereka. Berharap ada yang tergerak untuk membantu.
Saya ambil brosur, dan membantu menyebarluaskannya, didalam brosur itu ada kutipan dari John Wesley:
Lakukan semua kebaikan yang anda bisa
dengan segenap hati yang anda bisa
dengan segala cara yang anca bisa
di segala tempat yang anda bisa
di segala waktu yang anda bisa
kepada semua orang yang anda bisa
selama anda bisa
Itu lah yang saat ini bisa saya lakukan untuk mereka.
Di Yayasan tersebut terdiri dari 98 orang anak, ada yang dari kalangan berada, ada juga yang tidak, mereka selama ini bertahan dengan sistem subsidi silang, dan dari donatur. Saya beraharap, jika ada yang tergerak hatinya untuk membantu dapat transfer melalui:
Bank Mandiri Cabang Jakarta Melawai
No. Rek YPAC Jakarta: 126.006.000.13.01
Inilah mereka:
Hari dimana untuk pertama kalinya saya datang berkunjung ke YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) yang berlokasi di:
Jl. Hang Lekiu III No. 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Hari itu kantor mengadakan acara charity, beruntung saya termasuk sebagai salah satu undangan disana, ketika saya datang, teman-teman kantor saya yang lain belum datang, jadi saya punya kesempatan untuk mengenal anak-anak itu lebih dalam.
Memasuki pintu gerbang, saya melihat anak-anak itu dengan segala keterbatasannya melakukan lomba balap cepat dengan penuh suka cita, beberapa dari peserta lomba ada yang masih perlu di bimbing oleh pengajarnya, sementara anak-anak yang lain menyemangati mereka dengan riang. Tatapan saya berhenti kepada seorang pria, yang menatap tajam ke arah saya, dan melemparkan senyuman, ramahh sekali. yang menarik perhatian saya adalah tangan pria tersebut dibalut perban, dan sesekali dia mengigit tangannya sendiri, saya menyimpulkan balutan perban nya itu karena memang dia sering mengigiti tangannya sendiri. Satu hal lagi yang pria ini diikat di atas kursi. Iba memang melihatnya, dia hanya bisa melihat teman-temannya bermain, mungkin dalam hatinya pun ingin ikut main, tapi pasti ada alasan kenapa dia tidak diikut sertakan, saya asumsikan karena kelainan yang dimilikinya, karena saya juga sempat melihat pria tersebut marah sambil melompat-lompat dan mengigiti tangannya. Salah seorang pengurus yayasan memberi tahu untuk jangan terlaku dekat dengan pria tersebut, karena pria tersebut kalau sudah mengigit tangan orang nggak mau dilepas. Dia juga sudah kehilangan rasa sakit di tangannya, jadi kalau pun dia mengigiti tangannya itu seperti tidak sakit.
Selain pria ini, ada lagi seorang gadis cantik berambut panjang, keturunan perancis, cantik sekali, tapi dia tidak bisa berbicara, dia terduduk di atas kursi roda, saya sempat berbincang dengan nya, namanya melanie, usianya 23 tahun, kalo di rumah ia suka maen facebook dan nonton bola, dia tidur malam paling cepat jam 11, dan jam 4 pagi sudah harus bangun, gelang ban yang dia pakai hari itu adalah pemberian ibunya, dia punya seorang adik, dia setiap mandi selalu dimandikan oleh pengasuhnya. Dia tidak mau dibilang orang perancis, dia hanya ingin dianggap dia orang Indonesia. Saya bisa melihat anak manis ini adalah anak yang baik, hatinya bersih, pintar, berapa kali saya melemparkan pertanyaan kepadanya, ia dengan mudah menjawabnya. Bahasa yang saya gunakan dengan melanie adalah bahasa gerak bibir dan bahasa tubuh, selebihnya dibantu oleh pengasuhnya yang memang sudah 4 tahun kerja bersamanya, dan pastinya sudah paham apa yang dikatakan melanie. Sesekali terlihat melanie bersenda gurau dengan pengasuhnya. Terlihat jelas kedekatan antara melanie dengan pengasuhnya. Hari itu saya berjanji untuk add melanie di Facebook, cuma Blackberry saya mati, jadi saya hanya bisa menghafal namanya. Sesampai dikantor, saya cari nama melanie ada begitu banyak nama melanie, sehingga saya kesulitan menemukannya, ada perasaan bersalah karena tidak menepati janji saya kepadanya, mungkin hari itu dia sedang menunggu invitation dari saya.
Selain melanie, ada juga anak SD yang bernama Raja, dia masih bisa berjalan walau pun tetap menggunakan alat bantu, bicaranya masih jelas walaupun sesekali air lliur keluar dari sudut bibirnya, alilsnya tebal, rambutnya tebal, dia sangat periang, dan memiliki kemampuan yang cukup bisa dia banggakan, dia bercita-cita untuk jadi pemain bola, dia bilang kepada saya, dia tidak suka bermain bola di YPAC karena bolanya bola plastik dan gambar nya kartun, sedangkan dia ingin bermain bola di lapangan hijau dengan baju seragam dan bola sungguhan. Dia bilang kepada saya suatu saat dia akan sembuh dari penyakitnya dan menjadi pemain bola.
Selain itu juga saya sempat berbincang dengan seorang wanita, berusia 34 tahun, mengenakan jilbab, saat itu kita sedang makan siang bersama, dia makan sendiri, saya duduk disampingnya, dan dia pun mulai mengajak saya ngobrol, kami pun ngobrol panjang lebar. Dia bercerita kalau sepulang dari sekolah dia masi harus mengasuh keponakannya, tidak jarang keluarga terdekatnya menghina dan memarahinya. Yang dia punya hanya kesabaran. Dia sempat bertanya kepada saya apakah besok saya puasa?? Saya bilang iya, saya bertanya balik kepadanya, apakah dia puasa juga, dan ternyata dia pun berpuasa juga, dia bilang kalau puasa itu dia haus, tapi dia harus puasa, karena itu ibadah untuk Allah. Hari itu saya berasa tertampar dengan pernyataannya, karena jujur saja sebagai orang yang lemah iman, kadang kalau sedang berpuasa, lalu di siang hari saya merasa tidak kuat, maka saya akan berbuka. Dengan segala kesempurnaan fisik ini, saya mampu berbuat demikian, sedangkan orang yang ada dihadapan saya saat itu, dengan kekurangannya, dengan haus yang dia rasakan, dengan keterbatasannya, dia tetap bertahan untuk puasa. Dia bilang Allah sayang sama dia, dia beruntung karena dia tidak dibuang oleh keluarganya, dia punya teman-teman yang luar biasa, itu lah wujud syukur dia kepada Tuhannya. Sedangkan saya, kemana saja saya selama ini. Kurang sayang apa Allah sama saya.
Perjalanan saya hari itu ke YPAC bagi saya seperti sebuah perjalanan spirituil tersendiri, melihat mereka, membawa pelajaran tersendiri bagi saya. Betapa beruntungnya saya selama ini.
Satu hal yang saya merasa sudah hilang di diri manusia normal. "KEPERDULIAN".
Hari itu saya melihat dengan mata saya sendiri, bagaimana mereka yang masih mampu jalan, walaupun dengan terpincang-pincang, membantu teman mereka yang di kursi roda. Sesekali saya melihat anak yang mengelap air liur temannya dengan sapu tangan. Pada saat pembagian hadiah, mereka membantu teman-teman mereka untuk mengambil hadiah, ada seorang pemenang, yang hari itu dapat hadiah banyak, tapi ia bagikan kepada teman-temannya.
Ya Allah, saya hanya bisa berdoa dalam hati, apapun agama mereka, tolong berikan mereka tempat terindah disisiMu nanti. Cukuplah cobaan yang mereka alami di dunia ini. Angkat derajat mereka nanti.
Terlihat jelas, mereka menyatu dalam keberadaan mereka, tidak ada perbedaan agama, ras, dan harta.
Sempat saya melihat, seorang pria, yang ketika salah seorang pengurus yayasan datang dia menyapa ibu tersebut dengan riang, dan tangannya mengangkat keatas, tanda meminta uang, saya agak terkejut hari itu, karena ternyata mereka juga mengerti uang, kemudian pengurus yayasan itu menjelaskan kepada saya bahwa beberapa diantara mereka juga bekerja, walaupun pekerjaan itu tidak berat, tapi paling tidak mereka diajarkan untuk hidup mandiri. Kebetulan hari itu tanggal 29, jadi seharusnya dia sudah gajian, ternyata pria tersebut minta gaji. Saya tersenyum melihatnya. Rasa bangga melihat mereka, dengan segala kekurangannya bekerja untuk mendapatkan uang. Sangat miris jika membandingkan dijalan-jalan orang hanya duduk mengemis berharap uang datang dengan sendirinya tanpa melakukan apa-apa. Belum lagi ditambah para anak muda yang suka datang meminta paksa uang, mengancam para penumpang. Dua perbedaan yang sangat mencolok, yang masih duduk diatas kursi roda masih bisa menghasilkan uang dengan cara yang halal. Kenapa yang sempurna harus meminta-minta.
Sempat juga saya melihat seorang wanita dengan topi nya, kaos oblong, dan celana gantung nya, sebelumnya saya sering bertemu dengan nya di halte seberang ratu plaza, setiap jam 7 kurang dia pasti ada disana, dulu saya melihatnya dengan pandangan aneh, karena saya tidak tahu apa yang dia derita, dia berjalan normal, cuma agak pincang, badannya kurus, saya dulu sempat pikir dia aneh, sekarang saya bertemu langsung dengannya.
Mereka faham benar arti kata 'respect', mereka akrab sekali dengan kata 'love' dan bagi saya mereka semua SEMPURNA. Secara fisik, mungkin beberapa organ mereka tidak berjalan sesuai fungsinya, tapi diluar fisik, hati mereka bekerja sebagaimana yang seharusnya. Sebagai manusia mereka benar-benar 'SEMPURNA'.
Saya ingin melakukan sesuatu untuk mereka, tapi saya tidak tahu harus melakukan apa. Mungkin ini hanya sebagian kecil yang bisa saya lakukan untuk mereka. Berharap ada yang tergerak untuk membantu.
Saya ambil brosur, dan membantu menyebarluaskannya, didalam brosur itu ada kutipan dari John Wesley:
Lakukan semua kebaikan yang anda bisa
dengan segenap hati yang anda bisa
dengan segala cara yang anca bisa
di segala tempat yang anda bisa
di segala waktu yang anda bisa
kepada semua orang yang anda bisa
selama anda bisa
Itu lah yang saat ini bisa saya lakukan untuk mereka.
Di Yayasan tersebut terdiri dari 98 orang anak, ada yang dari kalangan berada, ada juga yang tidak, mereka selama ini bertahan dengan sistem subsidi silang, dan dari donatur. Saya beraharap, jika ada yang tergerak hatinya untuk membantu dapat transfer melalui:
Bank Mandiri Cabang Jakarta Melawai
No. Rek YPAC Jakarta: 126.006.000.13.01
Inilah mereka:
Wednesday, August 3, 2011
Pramusaji dan Entertainer di bulan Ramadhan
Kadang suka takjub sendiri sama para pekerja penyedia jasa makanan, dan hiburan, bagaimana rasanya bekerja di bulan puasa seperti ini, disaat mereka sedang berpuasa tapi masih diharuskan menyajikan makanan kepada orang-orang yang tidak berpuasa. tangan-tangan mereka membuat makanan tersebut, bersentuhan dengan dingin nya es yang sejuk, aroma makanan yang menggoda, dan menyajikan kepada para tamu. Dalam lelahnya mereka masih harus tetap tersenyum, menatap kepada paru tamu untuk dapat menikmati makanan yang mereka sajikan.
Pagi-pagi sekali mereka sudah datang, merapihkan tata letak ruang, membersihkan ruangan tersebut, dan menunggu tamu datang. Lapar yang mereka rasakan diadu dengan aroma makanan yang menggoda. Saya secara pribadi takjub dengan para pramusaji itu.
Ada lagi di dunia hiburan, sebut saja dunia entertain, dimana beberapa selebritis ada yang memiliki jadwal penuh, sahur dia ada di acara sahur, pagi dia sudah ada lagi di acara hiburan, sore tampil lagi di acara menjelang berbuka, belum lagi di tambah dengan kegiatan MC di beberapa tempat, mungkin jika bisa menyimpulkan, jam tidur normal (tidur di tempat tidur) nya tidak lebih dari 2 jam selama sehari. Terlebih lagi pekerjaan mereka adalah menghibur orang, jadi disetiap acara harus tetap tampil prima, dan ceria.
Sebagai orang yang lemah iman, orang yang memiliki begitu banyak kekurangan, saya sendiri mengakui bahwa puasa adalah salah satu ibadah terberat dibandingkan ibadah yang lain. Jadi ketika saya menemukan orang-orang seperti ini ada decak kagum terhadap mereka.
Walaupun saya pun tahu, bahwa perjuangan orang-orang sebelum saya melakukan hal yang lebih daripada mereka, tapi menurut saya, jika dibandingkan dengan kondisi seperti di zaman sekarang orang-orang ini termasuk orang-orang yang hebat. Mencari rezeki yang halal dengan kerja keras meskipun di bulan puasa.
Tidak seperti kebanyakan sebagian lain, beberapa perusahaan memberi kebijakan bagi karyawannya untuk bisa pulang lebih awal, kadang datang siang pun di maklumi, jam istirahat bisa dimanfaatkan untuk tidur, sementara beberapa diantara kita sedang sibuk melayani para tamu, menyajikan makanan kepada orang yang tidak berpuasa.
Pagi-pagi sekali mereka sudah datang, merapihkan tata letak ruang, membersihkan ruangan tersebut, dan menunggu tamu datang. Lapar yang mereka rasakan diadu dengan aroma makanan yang menggoda. Saya secara pribadi takjub dengan para pramusaji itu.
Ada lagi di dunia hiburan, sebut saja dunia entertain, dimana beberapa selebritis ada yang memiliki jadwal penuh, sahur dia ada di acara sahur, pagi dia sudah ada lagi di acara hiburan, sore tampil lagi di acara menjelang berbuka, belum lagi di tambah dengan kegiatan MC di beberapa tempat, mungkin jika bisa menyimpulkan, jam tidur normal (tidur di tempat tidur) nya tidak lebih dari 2 jam selama sehari. Terlebih lagi pekerjaan mereka adalah menghibur orang, jadi disetiap acara harus tetap tampil prima, dan ceria.
Sebagai orang yang lemah iman, orang yang memiliki begitu banyak kekurangan, saya sendiri mengakui bahwa puasa adalah salah satu ibadah terberat dibandingkan ibadah yang lain. Jadi ketika saya menemukan orang-orang seperti ini ada decak kagum terhadap mereka.
Walaupun saya pun tahu, bahwa perjuangan orang-orang sebelum saya melakukan hal yang lebih daripada mereka, tapi menurut saya, jika dibandingkan dengan kondisi seperti di zaman sekarang orang-orang ini termasuk orang-orang yang hebat. Mencari rezeki yang halal dengan kerja keras meskipun di bulan puasa.
Tidak seperti kebanyakan sebagian lain, beberapa perusahaan memberi kebijakan bagi karyawannya untuk bisa pulang lebih awal, kadang datang siang pun di maklumi, jam istirahat bisa dimanfaatkan untuk tidur, sementara beberapa diantara kita sedang sibuk melayani para tamu, menyajikan makanan kepada orang yang tidak berpuasa.
Thursday, July 7, 2011
"Surat Kecil untuk Tuhan"
Beberapa waktu lalu gue nonton film Indonesia lah kali ini, secara udah nggak bisa nonton film Hollywood lagi... OooOOoooWW... masih protes aja ternyata diri gue ini... Tapi kali ini, film yang gue tonton lumayan berbobot, beberapa film Indonesia belakangan ini emang udah mulai berbobot, salah satunya film yang gue tonton ini. Judulnya:
"Surat Kecil Untuk Tuhan"
Filmya lumayan bagus, dan ceritanya bener-bener menyentuh, mungkin karena pernah merasakan hal yang serupa, jadi pas nonton ikut terbawa emosi.
http://www.21cineplex.com/surat-kecil-untuk-tuhan,movie,2545.htm
"Surat Kecil Untuk Tuhan"
Filmya lumayan bagus, dan ceritanya bener-bener menyentuh, mungkin karena pernah merasakan hal yang serupa, jadi pas nonton ikut terbawa emosi.
http://www.21cineplex.com/surat-kecil-untuk-tuhan,movie,2545.htm
Subscribe to:
Posts (Atom)









