Tuesday, July 19, 2011

MEMAHAMI KUADRAN KEKAYAAN SEJATI

Just Share about link dari salah satu rekan kerja, namanya pak Hari :

http://p3kcheckup.com/article/74710/memahami-kuadran-kekayaan-sejati.html

perihal salah satu kalimat yang agak menarik buat saya berkomentar. ^_^


"Pertama , kuadran kiri atas orang yang tidak diberi harta dan ilmu dan berbuat kejahatan di muka bumi"


Orang yang tidak diberi harta dan ilmu. Berbuat kejahatan di muka bumi.


hmmmm menarik bukan untuk di bahas .... :p


Dalam web nya pak Hari menerangkan bahwa : " Tipe manusia seperti ini, merupakan tipe orang yang benar – benar pembuat bencana. Dibilang kaya bukan, di bilang punya ilmu juga tidak, bukannya memperbaiki diri tetapi malah mengajak orang lain untuk rusak dan berbuat maksiat baik kepada Allah SWT ataupun kepada manusia."

Menurut saya, Tipe manusia seperti ini bukan sepenuhnya pembuat bencana. Karena, secara lahiriah tidak ada seorang pun yang ingin terlahir dalam kondisi/keadaan seperti itu. Permasalahannya bagaimana orang seperti ini terbentuk. Timbul pertanyaan-pertanyaan :
- Mengapa ia tidak memiliki harta
- Mengapa ia tidak memiliki ilmu
- Mengapa ia berbuat kejahatan

Maka muncul serangkaian jawaban yang berbeda-beda, bisa jadi karena terlahir dari keluarga yang memang tidak memiliki harta dan tidak pula memiliki ilmu, bisa jadi juga karena lingkungan, dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan lain dari timbulnya orang seperti ini. Sampai ia berbuat kejahatan di muka bumi ini pun, itu pasti ada penyebabnya.

Yang harus menjadi perhatian kita semua menurut saya bukan kesalahannya, tetapi apa penyebabnya, dengan mengetahui apa penyebabnya kita masih dapat menemukan solusinya.

Dan sebagai orang awam, coba perhatikan rangkaian kata tersebut : tidak punya harta -  tidak juga punya ilmu - melakukan kejahatan. Tapi apakah orang seperti ini yang perlu disalahkan. Menurut saya pribadi, miskin harta dan ilmu nya mendorong ia melakukan kejahatan, dan tidak ada dorongan untuk melakukan ke arah perbaikan, orang seperti ini menurut saya bukan lah pembuat bencana. Justru orang-orang seperti ini lah yang patut dirangkul, di bina, diarahkan menjadi lebih baik. Orang-orang seperti ini melakukan kejahatan karena "keterpaksaan".

Menurut saya orang yang pembuat bencana adalah orang yang ada di kuadran empat, sayang sekali dalam tulisan pak Hari tidak ditambahkan tulisan 'berbuat kejahatan'. Saya juga bertanya-tanya kenapa kata-kata berbuat kejahatan  hanya ada pada kuadran pertama yaitu orang yang tak berilmu dan tak berharta. sedangkan kenapa pada kuadran ke empat hanya orang orang yang diberi harta dan ilmu. Sedangkan mungkin kita semua bisa melihat, bahwa begitu banyak orang yang sudah diberi harta dan ilmu tetapi malah melakukan kejahatan. Menurut saya orang seperti ini lah yang sesungguhnya pembawa bencana. Tidak ada alasan mereka melakukan kejahatan, tapi kenapa mereka malah melakukan kejahatan.

Sangat disayangkan pada tulisan pak Hari, tidak ada pembanding untuk orang yang berbuat kejahatan, seolah orang yang berbuat kejahatan hanya lah orang-orang yang tidak berharta dan tidak berilmu.

Selebihnya, pada tulisan itu sebenarnya membawa pesan yang sangat baik, ini hanya merupakan sedikit perbedaan pendapat terhadap tulisan dari pak Hari.

Selanjutnya, saya teringat film Wu Xia, di film itu mengajarkan, apa yang terjadi pada masa sekarang, adalah dampak dari peristiwa di masa lalu, dan saya sependapat dengan ajaran ini. Apapun yang kita lakukan hari ini, akan membuahkan hasil dimasa yang akan datang, setiap kebaikan yang kita tanam hari ini akan menghasilkan kebaikan lagi di masa yang akan datang, dan keburukan yang kita lakukan hari ini akan menjadi pukulan tersendiri bagi kita di masa yang akan datang.

Begitu pula dengan orang-orang yang berada di kuadran pertama itu, kemungkinan mereka mengalami hal yang seperti itu karena suatu hal di masa lalu mereka. Tapi tidak berarti mereka menjadi pembuat bencana. kehidupan seperti itu sendiri sudah merupakan ganjaran bagi  perbuatan mereka di masa lalu, kehidupan yang berputar membawa mereka sampai ada di titik tersebut. Bencana tidak datang dari mereka, tapi atas izin alam semesta...

Cukup sekian pendapat saya atas tulisan di web pak Hari, semoga dapat diterima dengan baik.... ^_^

Wassalam.

Thursday, July 14, 2011

Bohong

suka heran sendiri, kenapa sih orang suka banget bohong demi hal-hal kecil...

Contoh kecil:

Saya pesan binding machine melalui business center, mereka bilang minggu depan barang sudah sampai, hari selasa saya di call oleh mereka, memberitahukan kalau barang sudah sampai. Saya masih ingat nama yang menelepon saya hari itu adalah evelyn, saya pun minta binding machine nya untuk di bawa masuk ke ruangan saya. Tidak lama, orang yang sama bilang, kalau ternyata binding machine nya belum sampai, baru sampai nya besok hari Rabu. Jelas saya curiga, saya tanya kepada Office Boy, apakah binding machine saya sudah datang, dan ia pun mengatakan sudah ada di depan, ia melihatnya sendiri. Saya nggak ngerti apa maksud nya mereka berbohong sama saya. Kalau memang ternyata ada masalah, ada baiknya diberitahukan apa masalahnya, tidak dengan membohongi orang seperti itu.

Contoh kedua:

Hari ini Te Hau menanyakan kepada saya mengapa saya tidak coba contact BBM pak Didik, yang mana saya yakin dia sudah punya, makanya dia menyuruh saya melakukan hal tersebut. Tapi karena saya tidak punya, maka saya pun minta kepada Te Hau, setelah lama tidak membalas, Te Hau pun bilang, kalo dia nggak punya BBM pak Didik.

Dan masih begitu banyak kebohongan-kebohongan lain.

Saya sendiri bertanya, kenapa orang lebih memilih berbohong dari pada jujur, padahal bohon itu seperti kita menggunakan kartu kredit, terasa enak di awal tapi pasti akan ada harga yang akan dibayar di belakang, dan jika kita tidak mampu membayarnya kejadiannya pun akan lebih parah.

Sedangkan jujur seperti kita menggunakan kartu debit, seberapa yang kita punya ya senilai itulah yang kita beli.

Ada orang yang berbohong hanya untuk mencuri perhatian orang lain, ada lagi yang berbohong untuk menutupi kekurangan dirinya, begitu banyak kebohongan yang saya temui. And membuat saya merasa lelah dengan kehidupan yang penuh kebohongan ini.

Saya yakin, sepahit apapun, kejujuran itu akan lebih mudah diterima dari pada suatu kebohongan. Apalagi untuk urusan pekerjaan. Siapa orang yang akan percaya jika anda sudah pernah berbohong.

Thursday, July 7, 2011

"Surat Kecil untuk Tuhan"

Beberapa waktu lalu gue nonton film Indonesia lah kali ini, secara udah nggak bisa nonton film Hollywood lagi... OooOOoooWW... masih protes aja ternyata diri gue ini... Tapi kali ini, film yang gue tonton lumayan berbobot, beberapa film Indonesia belakangan ini emang udah mulai berbobot, salah satunya film yang gue tonton ini. Judulnya:

"Surat Kecil Untuk Tuhan"
Filmya lumayan bagus, dan ceritanya bener-bener menyentuh, mungkin karena pernah merasakan hal yang serupa, jadi pas nonton ikut terbawa emosi.

http://www.21cineplex.com/surat-kecil-untuk-tuhan,movie,2545.htm

Friday, May 6, 2011

L H M

Lahir - Hidup - Mati
Tujuan lahir...?????
Tujuan hidup.....?????
Tujuan mati....????

Apapun tujuannya semua melalui PROSES..

Siapa yg melakukan proses...??? (Kita)

Kemarin kita telah melalui proses kelahiran.
Hari ini kita sedang menjalani proses kehidupan.
Beberapa saat lagi kita akan mengalami proses kematian...

Meskipun tanpa tujuan, kita akan melalui 3 tahapan tersebut...

Kenapa kita harus menjalani 3 tahapan tersebut...??

Kenapa kita dilahirkan....???
Kenapa kita diberi kehidupan....???
Kenapa sampai saat ini kita belum diizinkan menuju kematian...???

anda yang berhak menjawabnya.....

kemudian kita mengenal label dalam kehidupan:

baik - jahat

miskin - kaya

bodoh - pintar

cantik - jelek

jujur - pembohong

hitam - putih

hati-hati dengan label ini, jangan pernah terperangkap olehnya.

Wednesday, March 30, 2011

Penjagaan Allah dalam kisah ku

Ya Allah, kadang kasih Mu begitu indah, kalau aku memikirkan ulang perjalanan hidup ku, tak satupun yang lepas dari pertolongan dan rencana indah Mu.

Di tengah kemoderatan keluarga ku, masih begitu besar juga nilai-nilai yang diajarkan oma opa ku kepadaku. Masa kecil ku yang kuhabiskan bersama oma opa ku membuat aku memiliki pola pikir yang berrbeda dengan ibu kandung ku sendiri. Aku sudah masuk madrasah sejak aku SD, baik di pondok kopi ataupun di pondok kelapa, baik saat masih tinggal bersama oma dan opaku, ataupun pada saat sudah tinggal bersama mama ku.

Masa SMA ku, entah bagaimana aku sangat menginginkan masuk SMA 44, ketika aku masuk ke dalam nya untuk pertama kalinya, aku bisa merasakan disana lah tempatku, sekolah yang bersih, dan kental suasana kekeluargaan serta keagamaannya. alhamdulillah aku berteman dengan orang-orang yang baik, dengan teman-teman luar biasa, masih aku ingat, dengan sendiri nya tanpa berniat membentuk kelompok atau geng, kami berkumpul dengan sendiri nya, aku masih ingat nama teman-teman ku saat itu:

1. Alm. Fany Fajaryanti
2. Weni Febriani
3. Mazaya Basmal
4. Intan
5. Wuri
6. Lenny Ariesta (diriku sendiri).

Selain itu dari SD aku selalu berteman dengan anak-anak baik, dari situ aku sadar, orang baik, akan selalu dikumpulkan dengan orang-orang baik, Alhamdulilah, aku tidak pernah salah dalam memilih teman. Selalu ada saja orang yang Allah hadirkan untuk mengingatkan ku ke arah kebaikan...

di SMA aku ikut bergabung dengan organisasi keislaman di bawah murobbi mbak Murti, ya Allah apa kabar beliau sekarang, aku merindukannya...

Di masa kuliah ku, di tengah kumpulan teman-teman satu kelas ku yang sebagian besar lebih mementingkan fashion dari pada pelajaran, entah bagaimana aku ditakdirkan lain,karena jadwal kurusu bahasa inggrisku, ada beberapa mata kuliah yang mengharuskan aku untuk ikut kelas anak jurusan lain, pada saat itu aku mengambil jadwal kelas anak Perbankan, disana aku kenal Meutia, Meta, dan mereka lah yang membawa aku kembali ke organisasi keislaman di kampus, dibawah bimbingan Mbak Nissa, senior ku di FISIP UI jurusan politik. Subhanallah, kasih dan rahmat Mu tak pernah putus untuk ku ya Allah. Selalu saja aku dikumpulkan dengan orang-orang yang shalehah...

Begitu pula pada saat aku bekerja, saat aku masuk ke Telkomsel pertama kalinya, aku dipertemukan dengan teman SMP ku, Zuchra Fanny Utami, kami tak akrab pada waktu SMP, tapi justru kami menjadi teman dekat di Telkomsel, dia yang selalu mengingatkanku, bahkan kalau boleh aku katakan disini, dia adalah guru bagiku, selagi tak ada mbak Murti, ataupun Mbak Nissa, secara tak langsung aku diingatkan oleh nya untuk selalu dekat dengan Mu ya Allah, 2 tahun pertama ku di Telkomsel aku lalui bersama Fanny, di tahun ke dua ku di Telkomsel, Engkau pertemukan aku dengan Meutia, yang tak kalah shalehah nya dengan Fanny, dia lebih muda dari ku, tapi dari dia juga lah aku belajar berbagai hal.

Dan saat ini, disaat aku merasa kehampaan yang dalam, disaat aku merasa tidak ada lagi Fanny, Meutia, Mbak Murti, Mbak Nissa, Pak Maslam, Pak Maskur, Bu Haji Dayat, dengan sendirinya kemarin di gramedia, di tengah kegalauan ku, tangan ku menarik satu buku, yang aku yakin aku menemukan buku itu dengan bantuan Mu. Buku yang dikarang oleh Oko Setiana Dewi, kisah yang didalam nya mengingatkan ku pada perjalanan hidup ku sendiri.

Sungguh ya Allah, pertolongan Mu sangat dekat, aku tahu dan sadar sepenuhnya, Engkat menyayangiku, Engkau selalu menjagaku. Ya Allah, betapa aku sangat merindukan teman-temanku. Teman-teman yang selalu saling mengingatkan dalam kebaikan. Ya Allah, izinkan aku bertemu lagi dengan mereka, bersama-sama lagi dengan mereka. Izinkan aku berkumpul lagi dengan orang-orang seperti mereka.

Perjalanan hidup ku pun, terasa begitu sangat indah, seandainya reinkarnasi itu benar adanya, aku pasti akan memilih untuk menjadi diriku lagi. Betapa sangat beruntung nya aku.

Ya Allah yang maha perkasa, terima kasih atas pertolongan dan perlindungan-perlindungan yang Kau berikan untuk ku selama ini. Pelajaran-pelajaran hidup yang nyata yang Kau berikan melalui orang-orang sekitar ku. Ya Allah, jadikan aku orang yang lebih baik lagi dari aku yang sekarang, hingga aku siap berjumpa dengan Mu, aku mohon kepada Mu, agar hari dimana hari aku berjumpa dengan Mu adalah hari yang terindah dalam hidupku, bantu aku untuk mempersiapkan semuanya.

Ya Allah, bantu aku untuk bisa menjaga selalu nama baik ku, nama baik keluarga ku, bantu aku untuk bisa menjadi anak yang shalehah bagi orang tuaku, menjadi istri yang shalehah bagi suami ku nanti, bisa menjadi ibu yang shalehah yang bisa dijadikan panutan bagi anak dan cucuku nanti. Izinkan aku meninggalkan dunia ini nanti dengan membawa nama baik ku, nama yang akan dikenang selalu oleh orang-orang yang kusayang saat ini. Rencanakan hal-hal terindah untuk hidup ku Ya Allah, karena sesungguhnya Engkau lah perencana terbaik dari segala perencana perencana di muka bumi ini.

Ku serahkan kisah perjalanan hidup ku selanjutnya di tangan Mu ya Allah... Sesungguhnya Engkau lah yang maha mengetahui, sedangkan kami tidak mengetahui...

Tuesday, March 15, 2011

Shopaholic kah aku???

Senin 14 Mar 2011,

Setelah sekian lama nggak pernah lagi makan siang di Plaza Semanggi, kemarin akhirnya gue mengunjungi tempat itu lagi, karena kecepetan dateng, jadi lah gue muter-muter keliling plaza semanggi.

Begitu banyak godaan, gelang-gelang itu menari-nari di etalase toko, mengajak tanganku untuk mencobanya, membuat ku merasa bahagia ketika mencobanya, merasa pantas untuk memakainya, merasa pantas untuk membelinya. Pandangan pun teralihkan ke parfum yang berdiri dengan tegaknya didala etalase toko, pramuniaga yang menawarkan untuk mencobanya, hidungku berkata dengan bijak ‘belilah, kau pantas untuk memilikinya, harga nya pun tidak mahal, bisa kau pakai untuk waktu 3 bulan’ dan kata hatiku pun menyetujuinya. Sampailah 2 bon ditangan ku.

Berjalan menuju kasir untuk membayar, melewati jejeran sepatu-sepatu indah, kucoba satu persatu sepatu yang menarik hatiku, begitu indah dikakiku, membuat aku merasa menjadi wanita seutuhnya, jari jemari kakiku tampak begitu indah dengan higheels warna cokelat muda, yang bisa aku padu padankan dengan blouse ku yang warna crème, lagipula sesuai dengan gelang yang akan aku beli ini. Kaki memohon padaku, untuk membelikan sepatu itu, karena selama ini sudah hampir 6 bulan aku tak pernah membelikan dia sepatu lagi, dan hati ku pun merasa iba, aku menyetujui untuk membelinya.

Sudah terkumpul 3 bon ditanganku. Mata ku pun tertuju pada cincin manik-manik yang indah, kucoba ditangan ku, dan tangan ku pun mengucapkan syukur yang tak terhingga, begitu indah cincin itu melekat ditanganku. Tanpa pikir panjang aku pun menyiapkan 1 bon lagi. Sampailah aku di pintu kasir, dan disamping kassa terpampang tulisan besar Sale 70%, tas itu berteriak-teriak, memberi tahuku bahwa deadline mereka untuk diskon hanya sampai minggu ini, dan otak ku bekerja dengan cepat dan berkata, kenapa tidak, lagipula aku jarang ke sini. Aku menyiapkan 1 bon lagi untuk ta situ, tas yang kujamin akan membuat siapapun yang mengenakannya merasa menjadi sangat berarti.

5 bon sudah kupegang, dan aku sudah berdiri tepat di depan kasir, aku melirik calendar, dan menyadari ini baru tanggal 14 Maret 2011, ah Tuhan hidupku masih panjang. Tuhan, kenapa aku jadi kesurupan begini, kenapa hasrat itu begitu kuat, bahkan akal sehatku menghilang. Kenapa aku jadi mengumpulkan 5 bon sekaligus dala waktu kurang dari 20 menit. Bukan kah niat aku ke Semanggi ini justru untuk mencari uang, bukan malah menghamburkan uang.

Kakipun berjalan mundur perlahan, menyesali kebodohan-kebodohan yang hampir saja aku lakukan. Dan rasa bangga pun muncul pada diriku, rasa bangga karena telah berhasil mengalahkan setan-setan belanja itu, rasa bangga karena kemampuan ku untuk belanja dalam waktu kurang dari 20 menit.

Aku sering bilang ke orang-orang bahwa aku tidak hobby belanja, dan sekarang aku bertanya lagi pada diriku sendiri, APA IYA…??????

Kangen Putih Abu Abu

Tadi pagi melintasi ampera menuju kemang, lewat sekolah, terlihat anak-anak sekolah menggunakan seragam putih abu-abu. Sesaat membawaku kembali ke 13 tahun yang lalu, masa-masa dimana rasa bangga itu hadir ketika mengenakan seragam putih abu-abu untuk pertama kalinya. Dan tidak dipungkiri dengan kata-kata orang sebelumnya bahwa itu adalah masa-masa terindah. Dengan pakaian seragam sekolah tingkat paling atas.

Bisa diingat, pada masa-masa itu hampir semua film indonesia mengisahkan tentang anak SMA, sebegitu bangga orang-orang dengan masa itu. Seragam itu menjadi lambang pergaulan remaja pada saat itu. Rasa bangga ketika mengenakan seragam itu.

Bandingkan dengan masa sekarang, sudah amat sangat jarang perfilman indonesia yang bergenre remaja menggunakan seragam putih abu-abu. Sinetron sekarang lebih mengincar target kuliah - keatas, contoh saja cinta fitri, film yang diperankan oleh anak belasan tahun, tapi sudah berperan sebagai seorang istri, atau kisah putri yang ditukar, pemain utama nya asih belia namun memerankan sosok seorang wanita karir.

Kebalikan dari beberapa tahun lalu, dimana dian sastro and the gank dengan bangga mengenakan seragam putih abu abu, atau mona ratuliu yang pada saat itu sudah menjadi istri dari indra brasco masih memerankan tokoh anak SMA, atau kisah rumah pondok indah, kisah anak menteng.

Apakah karena remaja sekarang yang terlalu cepat dewasa, atau kah kebanggan putih abu-abu memang sudah tidak ada.

Betapa bahagia nya masa-masa itu, masa-masa dimana tidak ada beban financial yang perlu ditanggung oleh anak-anak SMA, tapi tanggung jawab besar pun ada di pundak mereka, tanggung jawab untuk menjadi yang terbaik, tanggung jawab untuk memasuki universitas terbaik, belajar berorganisasi, belajar berdebat, penuh keceriaan, rasa lelah yang sangat bermanfaat. Dapat menikmati hasil dari setiap usaha yang kita lakukan.

Dan seiring berjalan waktu masa-masa itu pun hilang, sekarang ada beban financial, ada kebutuhan akan uang, semua yang dilakukan atas dasar uang, usaha pun belum tentu bisa menghasilkan. Butuh teknik-teknik pendekatan (read: menjilat).

Oh God, betapa aku merindukan masa-masa itu, betapa aku merindukan masa-masa putih abu-abu.