Kedewasaan itu bukan dilihat dari umur
Tapi bagaimana orang itu bersikap
Seringkali gue dihadapi dengan orang-orang yang sudah cukup umur, tapi sikapnya masih kekanak-kanakan. Masih ada rasa ngambek, mementingkan ego sendiri, mudah marah hanya karena hal-hal kecil.
Akupun masih dalam proses itu, dalam proses pendewasaan, berusaha untuk menyikapi semua secara lebih bijak, menghadapi persoalan hidup dengan pemikiran yang matang. Mencoba memposisikan diri di orang lain sebelum bertindak.
Tapi, ini lah hidup, disaat perubahan itu kita sedang jalani, banyak sekali orang-orang di sekitarku yang tetap ada pada dunia MAU MENANG SENDIRI nya, apa maunya harus dituruti, semua pendapatnya adalah BENAR, seolah di dunia ini hanya dia sendiri yang hidup di dunia ini, yang lain seperti pajangan, yang lain harus menuruti apa yang dia kehendaki.
Dan itulah kuasa Tuhan mengajarkanku, bahwa orang seperti itu sangat MENYEBALKAN, aku berusaha untuk tidak menjadi seperti itu, dan senantiasa mendoakan agar orang-orang itu bisa berubah menjadi dewasa perlahan, sebelum waktu akan mengembalikan mereka ke posisi MENANG EGO itu.
Menurutku, MENANG EGO itu mungkin menyenangkan kita sesaat, tapi selebihnya, tidak ada manfaat lain, orang jadi tidak suka sama kita, kehilangan wibawa, kehilangan kearifan, dan tenu saja tidak ada tanda kedewasaan itu. Cuma umur yang semakin bertambah.
Dewasa itu adalah tingkat paling atas dalam kehidupan, tingkat dimana kita seharusnya bisa menjadi diri sendiri, tingkat dimana kita bisa melakukan semuanya sendiri. Berpikir sendiri, menentukan baik dan buruk.
Oh, Life, begitu sulitnya ternyata menemukan makna dewasa itu.
Lebih sulit lagi mencari orang yang benar arif, benar bijaksana.
Bahkan pemimpin kami pun, kami ragu apakah beliau sudah arif dan bijaksana. Tapi kalaupun belum, maka kamilah yang seharusnya menyikapinya dengan lebih arif, bukan dengan kritikan demi kritikan, yang tak kunjung henti.
Ya Allah karuniakanlah kepada kami pemimpin yang Dewasa (dalam artian harfiah) Arif lagi Bijaksana. Baik itu pemimpin negeri ini maupun pemimpin dalam keluarga. Kami merindukan sosok pemimpin yang Arif dan Bijaksana itu Ya Rabb. Amin YRA.
No comments:
Post a Comment