Tuesday, February 26, 2013

Married Life Part 1

Ternyata udah lama juga nggak blogging blogging cantik begini, secara ini udah tahun 2013, blog terakhir tahun 2012. Dan ternyata ampe belum update status ini tentang pernikahan dan kehamilan saya. Terlalu sibuk mungkin si Lenny ini ya.

Ya, I getting married on Friday, Jul 13th, 2012. Ada sebagian orang yang bertanya-tanya, kenapa sih nikahnya harus hari Jumat, kayak nggak ada hari laen aja. Aduh ayam sori niyh mas bro mbak yu, menurut saya mah hari Jumat itu hari yang sakral. Dari dulu emang kepengennya kalo nikah itu hari Jumat. Terus kalo sampe ada pertanyaan kenapa tanggal 13. Ya biar seru aja, jadinya kan kayak friday the 13th gitu. Tapi saya nikahnya sama tedy loh bukan freddy apa lagi jason.

Pernikahan kita sederhana aja, dirumah Oma, kebetulan kan masih dalam suasana duka ya, dulu cita-cita Oma emang mau nikahin gue di pondok kopi, dirumah Oma, tempat gue tumbuh besar disana. Ya, walaupun pernikahannya udah nggak ada Oma, tapi masih bisa dilaksanain sesuai rencana Oma. Sebenernya Oma udah nanya-nanya terus kapan nikah, kapan nikah, cuma gue nya aja yang berasa hidup kok kayaknya masih panjang ya. Nikah itu kayaknya agak-agak menyeramkan, kayaknya habis masa muda saya dengan menikah nanti. Tapi semua pandangan itu berubah total pas Oma udah nggak ada, gue baru sadar kalo hidup itu nggak selama itu, sebentar banget. Buktinya, baru kemarin Oma minta gue nikah sekarang Oma udah nggak ada samping gue. Ibaratnya kalo telat mengambil keputusan sekarang, menyesalnya bisa bertahun-tahun. Ya kayak yang gue alamin sekarang, andai aja nikahnya masih ada Oma. Masih bisa nyenengin Oma kan. But, yeah that's life. We learn from our past isn't it.

Akhirnya keputusan itu diambil juga, menimbang memikirkan hingga akhirnya memutuskan, mumpung masih ada Opa, gue nggak mau nyesel yang kedua kalinya, gue mau pernikahan gue masih bisa disaksikan sama Opa. Menikah lah gue dengan pria chubby, galak, nyebelin, songong, marah mulu, tapi nggak tahu kenapa ya justru orang ini yang terpilih sebagai pendamping hidup saya. Semoga untuk selamanya. Emang ya kita nggak pernah tahu jodoh kita bakal seperti apa. Bertahun-tahun saya gonta ganti pacar, dapatnya selalu yang sabar luar biasa, gue selalu yang dominan, tapi kali ini dapetnya dia yang lebih dominan. Hmm nggak juga siyh, imbang kayaknya. Sama-sama dominan. Malah kayaknya orang ini kayak kaca yang dikasih Tuhan sama gue. Dan akhrinya gue menyadari betapa menyebalkannya gue ini selama ini. Hahahaaa mantan-mantan aku tersayang, maafkan aku ya, telat niyh sadar dirinya. Baru sadar pas dihadirin orang yang sama persis sama kita.
And maaf juga buat adik kecil ku, ternyata aku selama ini menyebalkan ya. yeah Karma selalu datang toh ya.. Biar manusia itu belajar, dan berkaca tentang dirinya.

Dan untungnya, dengan hadirnya pria ini, membuat gue merasa menjadi manusia yang lebih baik. Susah awalnya, susah banget, ampe nangis-nangis, ampe turun berat badan 3kg dalam 2 minggu. (masih kurang kejam ya, aturan 10kg seminggu). Tuhan menghadirkan dia bener-bener sebagai imam, walaupun imam yang galak juga. But it's ok, I need someone like him.

Sebagai anak kostan bertahun-tahun, yang hidupnya bebas, gak ada yang ngatur, kali ini punya suami raja ngatur. Biasa bangun siang, sekarang bangunnya pagi. Nggak tanggung-tanggung, adaptasinya langsung bangun jam 1/2 3 pagi. Secara kita nikah pas banget seminggu sebelum puasa. Jadi, begitu nikah langsung dilatih untuk bangun pagi-pagi buta. Dan secara kita punya rumah jauh banget dari ibukota Jakarta tercinta, jadi berangkat kantor pun pagi-pagi buta, berangkat kantor jam 5.20 udah harus jalan. Dari sahur udah nggak ada waktu istirahat lagi, nonstop sampe malem terus begitu. Jadilah turun cakeub berat nyonyah. Kalo diliat detailnya sbb:

Sebelum married:

03:45 : Bangun, shalat tahajjud
04:00 : Sahur (tinggal beli diluar kalo lg dikostan, ato ga tinggal tunggu masakan mama tersedia di meja)
04:30 : Shalat shubuh
05:00 : Tidur lagi
06:30 : berangkat kantor (kalo dari rumah), 07:00 : kalo dari kostan
08:00 : kerja

Setelah married:

02:30 : Bangun, shalat tahajjud, masak sahur
03:30 : Sahur bareng suami
04:00 : Cuci Piring, Isi botol, Cuci Baju (kalo ada baju kotor)
04:30 : Mandi, berpakaian, shalat shubuh, ngaji sedapetnya.
05:20 : Berangkat kantor
08:00 : Kerja

Itulah proses pembelajaran dari Tuhan ke gue diawal-awal pernikahan. Berat emang, tapi kalo dijalanin dengan ikhlas jadi bisa nemu hikmah dibalik semuanya. Tapi untung lah itu nggak berlangsung lama, karena setelah lebaran semua jadi kerasa biasa aja. Mungkin karena udah terlatih di bulan puasa kemaren.

Thank God for everything.

Wednesday, October 3, 2012

Hasil Test MBTI

Berdasarkan test MBTI yang saya lakukan pada tanggal 3 Oktober 2012.

Saya tergolong ke dalam kelompok ISTJ. Apa itu ISTJ berikut penjelasannya:

The Duty Fulfiller
ISTJ setia, logis, teratur, tradisionalis yang masuk akal, dan sungguh-sungguh yang menikmati menjaga kehidupan mereka dan lingkungan baik diatur. Individu biasanya pendiam dan serius, mereka memperoleh kesuksesan melalui ketelitian dan kehandalan luar biasa. Mereka mampu menutup keluar gangguan untuk mengambil pendekatan, praktis logis untuk usaha mereka, dan mampu membuat keputusan-keputusan sulit. Realistis dan bertanggung jawab, ISTJ sering dilihat sebagai lebah pekerja berjuang mantap menuju tujuan mereka. Mereka mengambil sukacita khusus dalam menjaga institusi dan sering sangat religius. Meskipun ketergantungan mereka dan niat baik, namun, ISTJ dapat mengalami kesulitan dalam memahami dan menanggapi kebutuhan emosional orang lain.
Meskipun mereka sering fokus pada dunia internal mereka, ISTJ lebih suka berurusan dengan masa kini dan faktual. Mereka berorientasi pada detail dan berat berbagai pilihan ketika membuat keputusan, meskipun mereka umumnya menempel pada konvensional. ISTJ memiliki pemahaman yang baik dari kebanyakan situasi. Mereka percaya pada tujuan praktis, dan mereka menghargai tradisi dan loyalitas.
ISTJ belajar dengan baik dan menerapkan diri untuk mata pelajaran yang mereka anggap praktis dan berguna. Mereka membawa perhatian terhadap detail telaten dalam bekerja dan tidak akan berhenti sampai sepenuhnya mengerti atau pekerjaan selesai dengan baik. Sebagai pelajar, ISTJ cenderung membutuhkan bahan, arah, dan guru yang tepat dan akurat. Mereka suka kegiatan belajar yang memungkinkan mereka waktu untuk merenung dan berpikir.
ISTJ sering bekerja untuk waktu yang lama, mencurahkan energi mereka dalam tugas-tugas yang mereka lihat penting untuk memenuhi tujuan. Namun, mereka menolak menempatkan energi ke hal-hal yang tidak masuk akal bagi mereka, atau pekerjaan yang tidak dapat ada aplikasi praktis di dalamnya. Mereka lebih suka bekerja sendiri tetapi dapat bekerja dengan baik dalam tim saat situasi menuntut hal itu. Mereka suka untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka, dan mereka menikmati posisi tanggung jawab mereka. Mereka memilih sedikit menggunakan teori atau pemikiran abstrak, kecuali ada aplikasi praktis yang jelas.
Secara umum, ISTJ mampu, logis, individu yang wajar, dan efektif untuk mempromosikan keamanan dan hidup damai. Mereka bisa menjadi sangat efektif untuk mencapai tujuan mereka dimanapun mereka berada.
Ringkasan: Tenang, serius, ketelitian dan diandalkan. Praktis, fakta, realistis dan bertanggung jawab. Memutuskan secara logis apa yang harus dilakukan dan bekerja ke arah tersebut, terus tanpa gangguan. Nikmati segala sesuatu yang berhubungan dengan ketertiban dan keteraturan kerja. Menjunjung nilai tradisi dan loyalitas.
Kata kunci: Terorganisir, tegas, teratur, berjuang mendapatkan sesuatu, mempertahankan kerangka yang sudah ada.
Karir pekerjaan: Manajemen dan administrasi, penegakan hukum, akuntansi.

Semuanya hampir benar.
Untuk mengakses test MBTI secara free anda dapat mengakses:
http://www.psikologizone.com/tipe-kepribadian-istj

Tuesday, September 11, 2012

Wanita Cantik (menurut ukurannya)

Jadi Wanita itu nggak gampang.

Bayangin, beberapa hal yang rela dilakukan wanita demi menjadi cantik (menurut ukurannya):

  1. Wanita rela tidur dengan rol rambut di kepala
  2. Wanita rela memakai hak tinggi sambil berlari mengejar bis kota
  3. Wanita rela memakai bulu mata palsu yang make nya aja udah ribet, apalagi pas dipake. Mau ngucek mata susah, bawaannya pengen merem terus.
  4. Wanita rela pake baju terbuka dibawah terpaan AC yang semeriwing nggak karuan. (Terheran-heran apa nggak masuk angin ya)
  5. Wanita rela menghabiskan uang nya di salon berjam-jam hanya untuk tampil cantik selama satu jam.
Wow, bener-bener ya menjadi wanita itu nggak mudah. Persiapan untuk menjadi cantik (menurut ukurannya) itu ribet, menyusahkan, menghabiskan waktu.

Untung lah, I'm not the one of them.

Menjadi cantik (menurut ukurannya) bukan termasuk dalam list to do gue. Jadi nggak perlu repot-repot tidur dengan roll rambut di kepala, makai high heels seharian. Yah sejujurnya walaupun sekali sekali baik disetujui atau tidak melihat pengorbanan para wanita cantik itu memang nggak sia-sia. Sesekali mengagumi dalam hati.

Tapi ya apa boleh buat, kata orang NO PAIN NO GAIN. Tapi kalo PAIN yang dirasain harus ampe nyiksa diri seharian gitu, no way lah.

No wonder ya, kalo penampilan gue dari dulu ampe sekarang nggak ada yang berubah. Hanya SIZE aja yang berubah.

Ahaaa...!!!!! Itulah target pertama gue.
Mengembalikan size seperti semula. Seperti 10 tahun lalu. Feel confident it must.

Wednesday, April 11, 2012

11 years without you Dad

10 April 2001 - 10 April 2012

Maybe I am the one who feel mellow fellow with the boo all the time..
But I know, that is a love, that is my way to show how I feel or I felt.

It's been 11 years I live without you Dad.
I couldn't imagine if you still alive in here with me.
Will you using blackberry like I do.
Will you using Facebook like I do.
Will you monitoring my social network activity.

It's ridiculous. Ah, Dad I am really missing you. I miss your smile. I miss you all the time. With full of my heart.

You must be laughing to know what I am doing now. You must be happy with me and Ocha right now.

I always imagine, how if you still alive in here. Our life will getting better with you.

Monday, March 12, 2012

From the Vatican to Makkah, the story of Ayesha – an Italian revert

I have my cyber friend, as I never met her, but I really love to read her tweet everyday, so inspiring. Until today, this morning, I read her tweet about her story to became a muslimah.

Here are the stories: (I just copy paste from her tweet)

How I came to Islam…I left my hometown back in Italy, in January 1998. I wanted to study English in London and then back at home I would have found a job. My idea was to be a tourist guide in Rome or around Italy. I needed English as the main language. So I left Italy. I was only 18 and I didn’t know anyone in London but it was an adventure…
Once in London I started to look for a place where to sleep…yes I know crazy!! But really I didn’t know anyone… In the end I found this place and stayed for the night. The day after, I was already in search of a job and a college. As days went by I was getting more apprehensive as I couldn’t find any job and money was running out very quickly…I found myself, in this chapel in central London and decided to go in and pray. I was really sad and felt lonely... I knelled down and started to pray to God. I was never the kind of Christian who would pray to Jesus. I prayed to God alone and asked Him to help me. While I was crying to God, a priest came out and was surprised to see a young lady crying and praying. He came over and asked if I was ok. He said to have patience because God rewards those who have patience… I felt better and left…But my prayer on that day was answered one year and a half later…

At this point I was thrown out from the place where I was because I couldn’t afford the rent. So I had to pack my things and went in search again of a new place where to stay. Later in the evening I met some Italian girls. They invited me to stay with them in a youth hostel. It was a hostel ran by Christian nuns and the place was open only to girls. I started a new life in this ‘convent’. I was never a shy person and to be honest I was always the heart and soul of the party. But that year I was in for a surprise that changed my life forever!

To start with I found a job and that meant I could afford the college where to study English. I met some lovely Muslims at work. They would spend hours talking about God. I would ask them about Islam and the Qur’an. Sometimes I would get upset because they would say Jesus was not the son of God. “Why? How can you say it?” – My answer was. I particularly spent time with this guy. We spent entire afternoon in Hyde Park (A Very large park in Central London, UK) talking about Islam. I even bought a Bible and would defend my Religion. He would take the Qur’an with him and back his facts.

The same guy, he then introduced me to his family and his sister in-law talked to me about Islam. She was a convert too and showed me pictures of her when she used to be a Sikh. She used to be the life of the party too…I thought “that’s me now” - and I looked at her with admiration because she had the gut to change her lifestyle and her situation for the better! She was pure and reborn. I felt the need to do something.

So I left her home…She said many things that touched my heart. I was patient and believed in God. While I was walking back home that day…I heard a call…it was the ADHAAN(= the calling for prayer time) in my ears. Never had I known it existed, never have I heard such a beautiful melodic sound. Allah was calling me to success! (One sentence in the Adhaan says ‘Come to prayers! Come to success!’ I did not know that back then)

So I accepted it HIS (God) invitation and took the shahada (to bear witness that there’s no God but Allah and Muhammad peace and blessings be upon him, is the Servant and the final Messenger of Allah) one week later.
[Shahada: After uttering the words of the declaration of Faith and believe in it with your heart you become a Muslim, a servant of God]

The duas I made that day in that chapel was…”Oh Allah if you really love me, then guide me to what’s right. Ameen.” Allah guided me because He loved me but it took more than one year of patience for me to accept Islam as a way of life, the same ‘patience’ (sabr in Arabic) the priest was talking about that day in the chapel. My life changed totally.

I used to club and drink. I used to smoke and take drugs! There was not a party in town that I did not attend. My life was very sad, full of friends but lonely! Allah loves me; I know this for a fact because He saved me from that life! He saved me from a life of sadness, loneliness and misery! I don’t feel blessed…I feel humbled and HONOURED because Allah chose me. He could have let me in despair. I was lost in the dark. For those who knew me before, they now look at me with respect. I was the heart and soul of the party! I am now nourishing my own heart and soul.
Oh Allah guides my family too. Ameen.#RevertStory



Today she wearing hijab, the real hijab.
And her story really makes me shame with my self. I was born as muslim, in a muslim community, but I do not wearing a hijab yet. Even I really want to. But I can't for some reason. Of course, that is reason world.

I do pray 5 times a day, I do fasting, I read Qur'an, I paid zakah. But I don't wearing a hijab.
If you know what I felt today. Feel sad, angry, dissapoint with my self.

I really want using a hijab till I die.
Yaa Allah, please give me a strength to do it. I love YOU, I do. But I can't prove it yet. Please forgive me for this. Thank you for giving me a sister like Ayesha.


Tuesday, March 6, 2012

Jakarta

Waiting bus (1 hour), stuck in traffic (+ 2 hour). Totally we spend 6 hour of our time on the roadway. We don't have any preparation to face this population growth. Population rise up so fast. But we don't have a plan for this.

If we don't prepare for something, we would be swallowed with something.

Now, here we are. Swallowed by population.

Traffic is everywhere, homeless people is happy with their status, jobless people will increase day by day.

What can I do for you? I want to make a change, but I even don't have any idea how to start it.

The big modal to living in this country is patience. Nothing more can do.
Thank you,
Lenny Ariesta
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, February 22, 2012

Selamat Jalan Omaku Tersayang

20 Feb 2012.

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun,

Telah berpulang ke rahmatullah Oma tercinta pada hari Senin, 20 Feb 2012 pukul 21.40.WIB di Jakarta.

Oma yang merawat aku dari kecil, yang mengajari aku berbagai hal, apa yang aku lakukan setiap hari hingga hari ini hanyalah untuk membuatnya bangga akan aku.

Kini beliau telah pergi meninggalkan ku selamanya. Hidup ku seakan berhenti detik itu juga. Tujuan hidupku seakan berhenti seketika.

Aku menyayanginya, teramat sangat mencintainya.

Dan aku telah menyia-nyiakan waktu yang ada selama ini.

Penyesalan ku terlalu dalam, andai saja aku masih sempat membanggakannya, sudahkan dia bangga sama aku, sudahkah dia bahagia karena aku.

Kehilangan ini terlalu dalam, aku sudah sering mengalami kehilangan, tapi ini adalah yang terberat. Bunga dalam hidupku telah pergi. Hidupku tak lagi indah.

Ya اَللّهُ, berikan aku kekuatan dalam menghadapi ini semua, terima Oma ku disisiMu, berikan tempat terbaik di sisi Mu ya Rabb. Ampuni segala dosa-dosanya, terimalah segala amal ibadahnya. Rasa cinta, segala kasih dan sayang yang pernah beliau berikan kepadaku akan selalu kujaga hingga aku menyusulnya kembali kehadapan Mu.

Aku menjadi seperti sekarang, karena Oma. Oma yang selalu mensupport aku. Oma yang kasih aku jadwal yang padat, agar aku bisa sukses. Oma selalu mengajarkan aku kemandirian.

Oma, iLen sayang Oma. I love you Oma. We will always love you.
Powered by Telkomsel BlackBerry®